Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengadilan Negeri
Pukul : 09:15:23 , Selamat Pagi !!

img_head
PENDAFTARAN, PEMBUATAN, DAN LEGALISASI SURAT

Pendaftaran, Pembuatan, dan Legalisasi Surat

Telah dibaca : 1.494 Kali

PENDAFTARAN, PEMBUATAN, DAN LEGALISASI SURAT

Pendaftaran Surat Kuasa Khusus:

  1. Pelaksana pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) menerima permohonan pendaftaran surat kuasa. Bersama panitera muda hukum meneliti kelengkapan permohonan pendaftaran surat kuasa dan membubuhi paraf;
  2. Pelaksana kepaniteraan hukum memberi cap dan mencatat surat kuasa yang didaftar ke dalam buku register pendaftaran surat kuasa;
  3. Panitera muda hukum memberi paraf pada surat kuasa yang sudah disiapkan;
  4. Panitera menandatangani pendaftaran surat kuasa; 
  5. Kasir memungut dan menyetor penerimaan negara bukan pajak (PNBP);
  6. Pelaksana PTSP menyerahkan surat kuasa yang telah didaftar kepada pemohon;
  7. Panitera muda hukum mengarsipkan salinan surat kuasa.

Pendaftaran Surat Izin Kuasa Insidentil:

  1. Pelaksana PTSP menerima permohonan berkas surat permohonan izin kuasa insidentil. Bersama panitera muda hukum meneliti kelengkapan permohonan surat izin kuasa insidentil dan membubuhi paraf;
  2. Pelaksana kepaniteraan hukum membuat konsep surat izin kuasa insidentil;
  3. Panitera muda hukum memeriksa konsep surat izin kuasa insidentil dan memberi paraf;
  4. Panitera menerima dan memberi paraf konsep surat izin kuasa insidentil; 
  5. Ketua pengadilan negeri menandatangani surat izin kuasa insidentil;
  6. Panitera muda hukum mencatat izin kuasa insidentil dalam buku register pemberian izin kuasa insidentil;
  7. Pelaksana kepaniteraan hukum memungut dan menyetor PNBP;
  8. Pelaksana PTSP menyerahkan surat kuasa yang telah didaftar kepada pemohon;
  9. Panitera muda hukum mengarsipkan berkas permohonan surat izin kuasa insidentil, dan salinan surat izin insidentil.

Surat Keterangan Tidak Tersangkut Perkara:

  1. Pelaksana PTSP menerima permohonan berkas surat permohonan tidak tersangkut perkara. Bersama panitera muda hukum meneliti kelengkapan permohonan tidak tersangkut perkara;
  2. Pelaksana kepaniteraan hukum membuat konsep surat keterangan tidak tersangkut perkara;
  3. Panitera muda hukum memeriksa konsep surat keterangan tidak tersangkut perkara dan memberi paraf;
  4. Panitera menerima dan memberi paraf konsep surat keterangan tidak tersangkut perkara; 
  5. Ketua pengadilan negeri menandatangani surat keterangan tidak tersangkut perkara;
  6. Pelaksana kepaniteraan hukum mencatat surat keterangan tidak tersangkut perkara ke dalam buku register. Memungut dan menyetor PNBP;
  7. Pelaksana PTSP menyerahkan surat keterangan tidak tersangkut perkara kepada pemohon;
  8. Panitera muda hukum mengarsipkan berkas permohonan surat keterangan tidak tersangkut perkara.

Legalisasi Surat Akta Dibawah Tangan (Waarmeking):

  1. Pelaksana PTSP menerima surat permohonan akta dibawah tangan/waarmeking dari pemohon. Bersama panitera muda hukum meneliti kelengkapan surat permohonan akta dibawah tangan/waarmeking dan kelengkapannya;
  2. Pelaksana kepaniteraan hukum membuat catatan waarmeking pada pernyataan ahli waris;
  3. Panitera meneliti dan membubuhkan paraf pada catatan waarmeking surat pernyataan ahli waris;;
  4. Ketua pengadilan negeri menandatangani catatan waarmeking surat pernyataan ahli waris;
  5. Pelaksana kepaniteraan hukum mencatat ke dalam buku register akta dibawah tangan/waarmekingdan memberikan nomor pendaftaran serta tanggal pendaftaran akta dibawah tangan;
  6. Pelaksana PTSP menyerahkan surat pernyataan ahli waris tersebut kepada pemohon setelah pemohon membayar PNBP dan dibarikan tanda terima. Menyetorkan PNBP ke bendahara penerima;
  7. Panitera muda hukum mengarsipkan salinan surat pernyataan ahli waris tersebut.